Ajak Tolak Atribut Pemilu

Posted by on Maret 2, 2013 in Liputan Media | 0 comments

Ajak Tolak Atribut Pemilu

Jakarta  – RPDN : Molornya pengesahkan UU Desa membuat Relawan Pemberdayaan Desa Nusantara (RPDN) mengajak masyarakat desa untuk lebih cerdas berpolitik.  “UU Desa yang tidak selesai selesai meewati batas waktu yang ditentukan sendiri oleh anggota pansus, membuktikan mereka tidak serius untuk memikirkan desa, ditambah lagi beberapa klausal harapan kita tidak ada yang terakomudir. Jadi layaklah kita harus mengajak masyarakat desa lebih cerdas dalam memilih dalam pemilu” kata  Suryokoco  Ketua Relawan Pemberdayaan Desa Nusantara (RPDN) di Jakarta (2/3).

Kinerja Pansus UU Desa mengecewakan. “Pansus UU Desa buakt RPDN sangat mengecewakan dalam kinerja, sudah molor, esensinya juga menyakitkan, bahkan ada indikasi usaha anggota pansus untuk memecah belah organisasi elemen desa. Ini terelihat dari agenda 2 april kemarin yang seharusnya sesuai jadwal adalah pengesahan UU Desa, malah menjadi ajang pengakuan organisasi baru sempalan dari organisasi yang sudah ada” ujar suryokoco

RPDN mengusulkan dalam RUU Desa, dibuka kesempatan BUMDes dapat berbentuk perseroan ternyata tidak diakomudir. “Kami prihatin, apa sebenarnya susahnya memberikan pintu supaya BUMDes bias berbentuk perseoran. Ini penting agar desa bias memiliki posisi tawar dengan investor yang amsuk ke desa. Bukan hanya beli lahan dan memperkejakan warga tetapi juga ada golden share saham untuk desa melalui BUMDes. Ini tidak mungkin terjadi bila BUMDes tidak berbentuk perseroan” lanjutnya.

Sistem pemilu Indonesia saat ini adalah Suara terbanyak baik pemilu Eksekutif dan Legislatif dibutuhkan kecerdasan pemilih dalam hal menggunakan haknya.  “Dengan sisitem pemilu suara terbanyak, proporsional terbuka untuk legislative, jelas dibutuhkan pola baru dan cara baru dalam memilih yaitu tidak hanya memilih tanda gambar partai tapi masyarakat harus dengan kesadaran p[enuh memulih nama yang dikenalnya” lanjtunya.

RPDN kemarin (2/03) melakukan peluncuran program Gerakan Nasional  Desa Tanpa Atribut Pemilu yang diharapkan  secara bertahap akan terjadi deklarasi di desa desa untuk mendukung dan melaksanakan program ini. “Hari ini kami meluncurkan program Gerna Desa TALU, Gerakan Nasional Dewa Tanpa Atribut Pemilu, yang diharapkan segera menyusul desa desa melakukan deklarasi. Sampai saat ini ada beberapa propinsi sudah menyatakan ketertarikan untuk mensosialisasikan dan secepatnya mendeklarasikan DESA TALU ini” jelasnya

Desa Tanpa Atribut Pemilu bukan gerakan golput tapi golter. “Saya menolak kalo dikatakan ini gerakan Golongan Putih atau tidak memilih dalam pemilu, ini adalh gerakan Golter, Golongan Pinter, Jadi ini adalah gerakan untuk mengajak masyarakat khususnya di  desa untuk menjadi pemilih pinter, Hanya memilih calon yang datang ke desanya, hanya memilih calon yang jelas komitmen dan rekam jejaknya dan lebih utama adalah sadar bahwa memilih adalah hak bukan kewajiban” kata pria yang aktif mendampingi gerakan kepala desa dan perangkat desa sejak 2005 ini.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *