DPR Tak Pantas Digaji

Posted by on October 7, 2014 in Siaran Pers | 0 comments

DPR Tak Pantas Digaji

Baru sepekan Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) dilantik, kita sudah melihat tidak adanya semangat membangun bangsa dan negara dengan cara cara yang beradab. Yang dipertontonkan oleh anggota DPR hanyalah atraksi atraksi sandiwara perebutan kekuasaan tanpa ada semangat Pancasila sebagai ideologi dan pedoman dalam bertindak.

Bila teguh dengan ke Tuhan an Yang Maha Esa, maka tidak ada satupun agama Tuhan yang mengajarkan memilih pemimpin dengan cara menang kalah. Dalam menentukan pemimpin dalam beragama selalu mendasar pada semangat siapa yang paling layak karena kemampuan dan kepantasannya.

Bila teguh berpegang pada Kemanusiaan yang adil dan beradab, maka tidak ada perebutan pemimpin dengan cara cara yang tidak beradab. Teriak teriak, mencaci maki, saling bersahutan bahkan sampai “menyembunyikan” palu sidang, itu semua adalah cara manusia yang tidak beradab dalam bermusyawarah.

Bila teguh dalam Persatuan Indonesia, maka tidak perlu bermusyawarah bergantung pada pertemuan SBY dan Megawati. Sidang di DPR MPR adalah persidangan untuk dan atas nama masyarakat pemilih, oleh karenannya meski hanya berseloroh rasanya kurang tepat ketua umum Gerindra mengatakan “Sudah ya, kalian siap-siap berperang,”.

Bila berpegang pada Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam kebijaksanaan permusyawaratan perwakilan, maka yang harus diutamakan adalah “hikmat”, “hikmat” adalah pertimbangan yang masuk akal, berdasarkan pengetahuan dan pengertian; kesanggupan menggunakan pengetahuan dan pengertian untuk memecahkan masalah. Hikmat artinya tidak bebal, tidak bodoh, dan tidak gila.

Bila berpegang pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, maka menjadi sangat tidak berkeadilan ketika wakil rakyat bekerja tidak optimal untuk bangsa dan negara tetapi mendapatkan gaji dan fasilitas yang tidak kecil dari negara.

Hentikan Perseteruan Pemilihan Presiden

Lahirnya dua kubu Koalisi “Merah Putih” dan “Indonesia Hebat” adalah keberlanjutan dari perseteruan dalam pemilihan Presiden. Haruskah ini terus berlanjut, dipertontonkan kepada segenap generasi bangsa sikap yang tidak kesatria dan jumawa..?

Jangalah pertandingan / kontestansi Presiden menghasilkan sikap, yang juara pongah / sombong dan yang kalah kemudian marah.

Akankah semua ini juga berlanjut saat pelantikan Presiden, partai pendukung presiden terpilih mengerahkan massa dan koalisi partai pemenang legislatif berkehendak menggagalkan pelantikan…?

Hentikanlah semua perseteruan kontestasi, banyak peermasalah rakyat yang harus diselesaikan. Indonesia belum cukup siap untuk menghadapi pasar bebas asia, masih banyak yang harus dikerjakan untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan energi, dan masih banyak pengharapan masyarakat desa yang masih jauh dari penyelesaian meski sudah ada UU Desa.

Dalam kesempatan ini Relawan Pemberdayaan Desa Nusantara menyerukan :

  1. Untuk Jokowi, Prabowo, Megawati, SBY, Ical hentikanlah perseteruan yang hanya akan menyengsarakan rakyat Indonesia.
  2. Untuk Ketua umum Partai dan para penasehat partai jaga dan kendalikan anggota partai anda yang kini duduk di DPR untuk mengutamakan kerja untuk rakyat bukan kerja untuk partainya.
  3. Untuk Jokowi, SBY, Menteri Keuangan dan Sekretariat DPR RI, dalam 3 bulan ke depan, seluruh anggota DPR RI layak untuk tidak menerima gaji. Setidaknya sampai anggota DPR mampu menunjukkan kemampuan kerja sebagai seorang anggota dewan yang bekerja dengan hikmat melakukan tugas legislasi, pengawasan dan budgeting yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Seruan ini adalah bentuk keprihatinan, kemirisan dan kejijikan atas apa yang telah dipertontonkan anggota DPR dalam sidang sidang yang diliput langsung oleh media televisi.

Salam Jaya Desa Desa Indonesia

Jakarta, 07 Oktober 2014

Relawan Pemberdayaan Desa Nusantara

Pimpinan Pusat

Ketua

Suryokoco Suryoputro

085 865 275 733

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>