Tentang RPDN

Apakah RPDN?

Adalah Kependekan dari Relawan Pemberdayaan Nusantara yang merupakan Badan Otonom dari Perkumpulan Relawan Bangsa, yang bertujuan untuk memberikan pencerahan pada masyarakat, birokrat, akademisi dan masyarakati yang peduli terhadap permasalahan pedesaan Indonesia.

RPDN dibentuk dengan latarbelakang memberikan sebuah wadah yang jelas bagi tokoh nasional peduli desa dan tokoh2 lokal pedesaan Indonesia dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat pedesaan Indonesia.

RPDN mulai digagas oleh suryokoco dan ditetapkan sebagai badan otonom Relawan Bangsa pada 19 Januari 2008.

Apa tujuan RPDN?

Tujuan RPDN adalah memberdayakan masyarakat pedesaan Indonesia agar dapat ikutserta berpartisipasi di dalam program pembangunan nasional, dengan mengidentifikasi kebutuhan yang benar-benar diperlukan oleh masyarakat pedesaan Indonesia.

 

Bagaimana Proses mencapai Tujuan?

RPDN akan¬† menyiapkan anggotanya agar mampu berperan sebagai “the local leaders” , yang akan memimpin masyarakatnya dalam peningkatan potensi menuju peningkatan kualitas hidup masyarakat desa, melalui kegiatan-kegiatan yang diorganisir oleh mereka sendiri secara swadaya. Cara yang akan dikembangkan adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan potensi masyarakat pedesaan agar mampu meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warga masyarakatnya, melalui kegiatan-kegiatan yang diorganisir oleh mereka sendiri secara swadaya.
  2. Mendidik masyarakat pedesaan agar mampu mendidik diri mereka sendiri atau membantu masyarakat pedesaan agar mampu membantu diri mereka sendiri.
  3. Mendukung terciptanya suatu masyarakat pedesaan yang mandiri, berswadaya, mampu mengadopsi inovasi, dan memiliki pola pikir yang kosmopolitan, tanpa meninggalkan budaya dan kearifan lokalnya.

Bagaimana Prinsip Pengelolaan RPDN?

Struktur kepengurusan RPDN dikembangkan dengan secara efisien / ramping dengan pertimbangan kemudahan pengendalian organisasi. ( 9 pengurus di tingkat pusat, 7 pengurus di tingkat wilayah / propinsi, 5 pengurus di tingkat daerah / kab-kota )

Secara struktural Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah memiliki garis koordinasi yang tegas akan tetapi masing masing tingkatan memiliki otoritas mengelola organisasi dan mandiri dalam kegiatannya

Pengelolaan kegiatan Kepengurusan RDPN di tiap tingkatan mendasarkan prinsip profesional & proporsional. Profesional artinya setiap anggota pengurus yang aktif dihargai secara profesional dari tiap agenda kegiatan dilakukan oleh RPDN. Proporsional diartikan bahwa dalam penghargaan diberikan berdasarkan besaran partisipasi pada tiap kegiatan.

Dewan Pakar terdiri orang yang memiliki pengetahuan yang luas di bidangnya dan memiliki komitmen dalam pemberdayaan masyarakat desa, dan menyatakan kesediaannya bergabung sebagai tenaga ahli sesuai bidang keahliannya menyangkut pemberdayaan masyarakat desa. Dewan Pakar hanya ada ditingkat pusat dan wilayah. Hak dan kewajiban anggota dewan pakar diatur dalam aturan organisasi.

Dewan Pembina ditetapkan oleh pengurus di tiap tingkatan dengan memperhatikan ketokohan birokrasi dan tokoh masyarakat yang dianggap mampu membina dan mengembangkan kegiatan pemberdayaan masyarakat pedesaan

Keanggotaan terbuka untuk setiap orang yang merasa memiliki kesadaran dan kesiapan untuk melakukan pemberdayaan masrakat pedesaan di Indonesia dengan target anggota terdiri dari 3 elemen masyarakat yaitu Birokrat, Akademisi dan masyarakat Umum