Kata Pengantar Ketua

“ DESA HARUS DIBANGKITKAN ”

Bismillahirrahmanirrahiim,  Assalamu’ alaikum warahmatullahi wabarakatuh

suryokoco suryoputroRibuan orang dari daerah pedesaan berbondong-bondong mendatangi Ibukota, mulai dari ibukota propinsi sampai ibukota negara. Satu tujuan utama mereka. Mengadu nasib untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik dari yang mereka dapat di desa.

Sungguh ironis memang. Negara yang lebih dari 70 % nya merupakan pedesaan, yang notabene daerah pertanian, ternyata tidak lagi dapat memberikan harapan bagi masyarakat petani kecil dan buruh tani yang tinggal di sana. Sebuah bentuk kegagalan konsistensi Indonesia sebagai negara agraris. Salah satu akar persoalan yang mendasari adalah sempitnya akses petani kecil dan buruh tani terhadap tanah serta infrastruktur pertanian.

Selama ini pembangunan bangsa ini selalu dititik beratkan pada ide-ide pertumbuhan yang masih menempatkan perkotaan seperti Jakarta sebagai pusatnya. Sementara pedesaan seperti terlupakan dalam derap pembangunan. Pengembangan dan pembangunan desa masih sebatas rencana, wacana bahkan cenderung menjadi komoditas politik semata walaupun telah  tertulis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

Urbansasi besar-besaran secara terus menerus, menunjukkan berbagai persoalan jelas terjadi di pedesaan. Minimnya infrastruktur dan semakin sempitnya lahan pertanian terus saja terjadi. Kekeringan menyebabkan semakin banyak lahan terlantar. Jaringan irigasi, jalan, dan listrik belum menyentuh sebagian besar wilayah pedesaan kita.

Disamping daya tarik daerah perkotaan sendiri yang sangat kuat, urbanisasi juga didorong oleh faktor dari desa sendiri, yakni minimnya penghasilan petani kecil dan buruh tani serta kemiskinan yang mengakar di pedesaan.

Desa harus diberi kekuatan daya tarik untuk warganya tidak meninggalkan desanya karena dengan tetap tinggal didesa mereka memiliki kesempatan penghidupan yang lebih baik.

Potensi ekonomi pedesaan harus dibangkitkan, kecerdasan dan ketrampilan masyarakat harus ditingkatkan, profesionalitas dan kesejahteraan aparat desa perlu ditingkatkan, pembangunan infrastruktur pendukung pergerakan ekonomi pedesaan harus dibangun dan menjadi prioritas kebijakan, apabila pemerintah menghendaki pertumbuhan ekonomi yang merata.

Dari krisis ekonomi 1997 terbukti kekuatan ekonomi pedesaan tidak terpengaruh, bahkan mampu menunjukkan kinerja yang positif bagi kebangkitan ekonomi.

Pembangunan ekonomi desa sebenarnya akan menghasilkan efek ganda yaitu pertumbuhan ekonomi masyarakat dan berkurangnya permasalahn perkotaan karena urbanisasi yang demikian kuat. Desa desa di Indonesia tumbuh dan berkembang akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Budaya dan karaakteristik Indonesia yang murah senyum, bersahabat akan dapat tumbuh berkembang kembali ketika kehidupan desa yang tentram dapat dikembalikan.

Dengan Relawan Pemberdayaan Desa (RPDN) yang merupakan wadah berkumpulnya masyarakat peduli desa, diharapkan terjadi beberapa hal sebagai berikut :

  1. Terhimpunnya tokoh tokoh pelopor pembangunan desa yang dapat dijadikan inspirasi segenap masyarakat desa di seluruh Indonesia.
  2. Terhimpunnya para peneliti, penemu, akademisi yang dengan suka rela memberikan gagasan, ilmu dan temuannya untuk pemberdayaan masrakat desa di seluruh Indonesia
  3. Terciptanya agenda agenda peningkatan kapasitas aparat desa dalam rangka pelayanan prima pemerintah desa.

Dukungan, dorongan, bantuan dan doa restu dari banyak pihak sangat diharapkan karena kami meyakini ini adalah kerja besar untuk memberdayaakan desa beserta masyarakt dan aparatnya. Kami menyadari, tahu diri bahwa kekuatan kami tidak terlalu berarti apabila tidak mendapat dukungan dan dorongan dari segenap elemen anak bangsa.

Saatnya Indonesia Bangkit diawali dari desa.

Jayalah Desa Indonesia

Wassalamu’ alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jakarta, Pebruari  2008

PIMPINAN PUSAT

RELAWAN PEMBERDAYAAN DESA NUSANTARA

SURYOKOCO SURYOPUTRO

KETUA

Bagikan :