Pedoman Pokok Organisasi

MEMPERTEGUH IDEOLOGI

  • Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia dalam pidato Ir. Soekarno dapat diperas menjadi trisila yaitu Ketuhanan, Sosio-nasionalis dan Sosio-demokrasi dan masih dapat diperas menjadi Ekasila yaitu Gotongroyong.  Dalam pemahaman RELAWAN PEMBERDAYAAN DESA NUSANTARA (RPDN) dalam satu kata “Gotongroyong” adalah kata sederhana yang mudah dipahami sebagai sebuah asas organisasi. Dalam sebuah pidato disampaikan oleh Ir. Soekarno : “Gotong-royong adalah paham yang dinamis, lebih dinamis dari kekeluargaan saudara-saudara! Kekeluargaan adalah suatu, faham yang statis, tetapi gotong¬rovong menggambarkan suatu usaha, suatu amal, suatu pekerjaan yang dinamakan anggota yang terhormat Soekardjo: satu karyo satu gawe. Marilah kita menyelesaikan suatu karyo, gawe, pekerjaan amal ini secara bersama-sama. Amal semua buat kepentingan semua. Keringat semua buat kebahagiaan semua. Holopis kuntul baris buat kepentingan bersama, itulah gotong royong.”
  • Gotong royong sebagai asas oleh RPDN yang merupakan Organisasi yang dibentuk oleh Relawan Bangsa yang memiliki semanagat “kesetiakawanan tanpa diskriminasi”, maka “Gotongroyong” dalam pemahaman RPDN haruslah memiliki tiga karakteristik yaitu; Ketuhanan yang bertoleransi, Demokrasi yang berkeadilan, dan Setiakawan tanpa diskriminasi. Dengan ketiga karakter tersebut RPDN melakukan usaha :
  1. Menjunjungtinggi Pancasila dan Undang-Undangan Dasar Tahun 1945
  2. Mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
  3. Mewujudkan cita cita proklamasi 17 agustus 1945.
  • RPDN bertanggungjawab menjadikan para kader pemberdayaan pedesaan yang ber-Tuhan dengan menjalankan perintah agama masing-masing, Nilai-nilai ke Tuhan an diyakini akan memperkokoh Pancasila sebagai ideologi Negara dan mendorong rakyat menuju masyarakat yang berkedaulatan, dengan menjalankan fungsi serta kewajibannya.

MEMPERJUANGKAN CITA CITA PROKLAMASI

Jiwa dan semangat proklamasi 17 agustus 1945 tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 terdapat dalam alinea keempat, yang menyatakan: “Kemudian daripada itu, untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

MENJADIKAN KADER PEMIMPIN BANGSA

  • Pola kesetaraan hidup dalam kehidupan bermasyarakat di pedesaan Indonesia dimana termasuk kesempatan yang sama untuk dapat menjadi lebih baik, mewujudkan cita-cita politik, ekonomi, sosial dan budaya, akan mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat ketika menjadi pemimpin bangsa,
  • Dalam kerangka kesederajatan, sekalipun kedudukan, fungsi, dan peran masing-masing berbeda, dengan senantiasa mendasarkan pada ketuhanan dan menjunjung tinggi toleransi.
  • Kekuatan kader   terletak pada keteguhan jiwanya untuk menyadari harkat dan martabatnya sebagai pemimpin. PRDN  adalah sarana meneruskan perjuangan dan meningkatkan ketajaman kepemimpinan yang berorientasi pada masyarakat yang paling bawah yaitu pedesaan Indonesia, sehingga pada saatnya kader RPDN yang akan menentukan arah republik ini.
  • Tugas kader sekarang adalah merebut harkat martabat rakyat desa sebagai pemimpin, menjadi tempat untuk bertanya bagi masyarakat pedesaan dan memecahkan masalah yang ada, menjadi pelopor kemakmuran didaerahnya serta menghimpun komponen bangsa guna melanjutkan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju masyarakat adil dan makmur.
  • Dengan kekuatan yang dimiliki kader RPDN baik dari keilmuan maupun dukungan masyarakat pedesaan maka Indonesia akan mampu menunjukkan kepada dunia sebuah peradaban baru yaitu kebangkitan kekuatan desa mendukung kekuatan bangkitnya sebuah bangsa
Bagikan :