Pola Dasar Kegiatan

Tujuan Kegiatan   ;

Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (Community Development) melalui pencerdasan masyarakat desa dan peningkatan kapasitas aparat desa guna mendukung terciptanya desa yang mandiri dan sejahtera.

Landasan Kegiatan :

RPDN menempati posisi paling penting dalam pemberdayaan masyarakat pedesaan Indonesia dengan cara meningkatkan potensi masyarakat pedesaan agar mampu meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik sehingga tercipta suatu masyarakat pedesaan yang mandiri, berswadaya, mampu mengadopsi inovasi, dan memiliki pola pikir yang kosmopolitan, tanpa meninggalkan budaya dan kearifan lokalnya.

Prinsip Kegiatan  ;

  1. Menjujungtinggi  musyawarah dengan pertimbangan Berfikir rasional dan realistis dengan dasar kejujuran dan konsisten
  2. Memperhatikan efisiensi, otonom dan mandiri
  3. Mendasarkan prinsip profesional & proporsional.
  4. Terbuka untuk setiap orang yang merasa memiliki kesadaran dan kesiapan untuk melakukan pemberdayaan masrakat pedesaan di Indonesia
  5. Melibatkan 3 elemen masyarakat yaitu Apatar / Birokrat, Akademisi dan Tokoh masyarakat

Falsafah Kegiatan :

  1. Bertekad Menjunjungtinggi Pancasila dan Undang-Undangan Dasar Tahun 1945
  2. Bertekad Mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
  3. Bertekad mewujudkan cita cita proklamasi 17 agustus 1945.
  4. Bertekad mewujudkan masyarakat desa yang cerdas aparat yang profesional menuju masyarakat desa yang mandiri dan sejahtera.
  5. Bertekad mencegah pola hidup yang materialistik dalam rangka mengembangkan semangat gotongroyong dan kekeluargaan.
  6. Bertekad melaksanakan Program Pembangunan Nasional Indonesia secara utuh.

Faktor Penunjang Kegiatan :

  1. Relawan Bangsa (RB) sebagai Induk Organisasi RPDN telah mampu menunjukkan komitmennya dengan mengembangkan Badan Otonom yang mampu berperan dalam pemberdayaan Masyarakat.
  2. RB yang memiliki jaringan kerjasama dengan berbagai lembaga dalam negeri dan luar negeri adalah potensi pendukung pengembangan pemberdayaan masyarakat desa.
  3. RPDN didukung oleh tokoh tokoh gerakan organisasi kepala desa yang telah ada sebelumnya yaitu Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) dan Persatuan Kepala Desa dan Perangkat Desa Nusantara (PARADE NUSANTARA)  akan mampu langsung melakukan akses pada aparatur pemerintahn desa seluruh Indonesia.
  4. Kekuatan jaringan aparatur desa didukung oleh Akademisi dan tokoh masyarakat akan mampu menghasilkan sinergitas yang luar biasadalam akselerasi pemberdayaan masyarakat desa seluruh Indonesia
  5. Dengan prinsip pengelolaan RPDN yang memperhatikan efisiensi, otonom dan mandiri didukung dengan dasar professional dan proporsional dalam berkegiatan, maka akan tercipta tim kerja yang sangat professional.
  6. Masyarakat desa cerdas, aparat professional adalah semangat peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) pada masyarakat pedesaan di Indonesia, mempersiapkan masyarakat pedesaan agar lebih berdaya, mau bekerja keras, menguasai ilmu dan teknologi tepat guna, dan sadar akan hak dan kewajibannya sebagai salah satu pelaksana pembangunan.
  7. Banyak tokoh masyarakat dan akademisi yang memeiliki perhatian khusus pedesaan belum terakomudir dalam wadah organisasi pemberdayaan desa
  8. Praktek kekeluargaan dan gotong royong masyarakat Indonesia telah banyak membantu perjuangan bangsa dalam mewujudkan Indones!a yang merdeka, adil, makmur dan berdaulat.

Faktor Peluang Kegiatan :

  1. Komitmen RPDN dalam peningkatan organisasi-organisasi swadaya dan usaha-usaha bersama dari individu-individu di dalam masyarakat pedesaan itu sendiri, serta mempermudah upaya memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat pedesaan, dan memberdayakan masyarakat tersebut untuk mampu bersatu dan mengarahkan diri sendiri, akan menjadikan perkumpulan ini mampu diterima sebagai mitra aktif pemerintah.
  2. Dengan mengedepankan upaya pemberdayaan masyarakat pedesaan di Indonesia, RPDN, akan mendapat dukungan tidak hanya dari aparat Desa, namun juga akan didukung oleh masyarakat desa itu sendiri.
  3. PARADE NUSANTARA, APDESI maupun PPDI sebagai organisasi kepala desa dan perangkat desa tingkat nasional belum mampu memberikan kemanfaatan riil bagi anggota.
  4. Masih banyak aparat desa yang memiliki potensi dalam pengembangan organisasi belum terakomodir dalam PARADE NUSANTARA, APDESI maupun PPDI
  5. Kekuatan paguyuban, persatuan, asosiasi aparat desa sebenarnya berada pada tingkat kabupaten sehingga dengan adanya RPDN, ketokohan pimpinan organisasi tersebut dapat dijadikan agen pemberdayaan di tingkat kabupaten

Faktor Penghambat Kegiatan :

  1. Luasnya jaringan yang harus diakomodir oleh RPDN, membutuhan ketersediaan dana yang relatif besar, sejak perencanaan program, pembentukan kepengurusan nasional, sosialisasi, pembentukan kepengurusan di masing-masing daerah hingga aplikasi program kerja, membutuhkan dana yang tidak sedikit jumlahnya.
  2. Upaya mengakomodasi masyarakat peduli pedesaan dalam sebuah Dewan Pakar  adalah kerjas keras karena keinginan para tokoh dan akademisi terkadang memainkan peran ”priyayi” dan ”Superior”.
  3. Kesenjangan kemampuan dasar aparat desa, karakteristik masyarakat pedesaan yang tidak homogen dan lemahnya keinginan untuk maju dan memajukan kehidupannya, menjadi faktor lain yang perlu mendapat perhatian.
  4. Aparat desa dengan berbagai kepentingan pribadi dan politiknya mengakibatkan sulitnya mempersatukan dalam satu kepentingan yaitu pemberdayaan masyarakat desa.
  5. Rendahnya soliditas dan kerelawanan aparat desa dan akademisi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat yang tidak berdampak langsung pada keperluan pribadi.
Bagikan :